Sabtu, 30 April 2011

PERBANDINGAN WEB 1.0, WEB 2.0 & WEB 3.0


Statik
Dinamik
Semantik & Format mikro
Web 1.0


Web 2.0


Web 3.0


 Letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :
 1.    Perilaku pengguna Membaca Menulis
 2.   Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas
 3.    Hubungan dengan server Client-server Peer to peer
 4.   Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML
 5.   Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif
 6.   Pengelolaan konten Taksonomi/direktori Folksonomi/penanda/tag
 7.  Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi
 8.   Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring
 9.   Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna
 Prinsip-prinsip Web 2.0 :
 1.    Web sebagai platform
 2.   Data sebagai pengendali utama
 3.    Efek jaringan diciptakan oleh arsitektur partisipasi
 4.   Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur    dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan "open source")
 5.   Model bisnis yang ringan, yang dikembangkan dengan gabungan isi dan layanan
 6.    Akhir dari sikllus peluncuran (release cycle) perangkat lunak (perpetual beta)
 7.   Mudah untuk digunakan dan diadopsi oleh user
Pergeseran dari Web 1.0 menjadi Web 2.0 dapat dilihat sebagai akibat dari perbaikan teknologi, termasuk adaptasi seperti "broadband, browser ditingkatkan, dan AJAX, dengan munculnya platform aplikasi Flash dan perkembangan massa widgetization, seperti Flickr dan YouTube lencana ". Serta penyesuaian tersebut ke Internet, pergeseran dari Web 1.0 ke Web 2.0 merupakan akibat langsung dari perubahan perilaku orang-orang yang menggunakan World Wide Web
Kunci perbedaan antara Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang langsung ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya, sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung langsung ke alamat situs yang bersangkutan.Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan seperti halnya aplikasi desktop.
Di web 3.0 ini, sudah terjadi konvergensi yang sangat dekat antara dunia TI dengan dunia telekomunikasi. Dunia web dan telekomunikasi berkembang pesat seiring dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan perangkat TI dan telekomunikasi nantinya sudah sama saja, tidak ada bedanya. Saat ini saja sudah mulai bisa kita rasakan walaupun masih belum sempurna. Kita bisa menonton TV di ponsel atau komputer atau laptop, bisa mengakses internet di ponsel, bisa melakukan SMS dan telepon dari komputer atau laptop. Ya karena konvergensi terhadap berbagai perangkat seperti hukum alam yang tidak bisa dielakkan lagi. Semua mengalami evolusi menuju dunia yang lebih maju dalam dunia elektronik dan telekomunikasinya.
Web 3.0 juga membutuhkan kecepatan akses Internet yang memadai atau mendukung dan spesifikasi komputer yang bisa dibilang tidak enteng, hal ini disebabkan tak lain karena teknologi ini secara visual berbasis 3D, sedangkan seperti yang kita tahu biaya akses Internet dengan kecepatan tinggi di Indonesia ini masih terbilang mahal. Belum lagi jika dihitung dari biaya spesifikasi perangkat komputer yang dibutuhkan, mungkin masyarakat Indonesia yang ingin menikmati kecanggihan layanan berbasis teknologi Web 3.0 masih harus menarik napas penjang. Namun karena Web 3.0 sendiri masih dalam pengembangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar